msb
January 21st, 2007 by nurma-manisMy Secret Boyfriend
Beberapa bulan yang lalu, seorang anak dari kelas 3 di SMA flamboyan di
temukan gantung diri di kamar tidur rumahnya. Skandal itu menjadi buah bibir
lama sekali.
Teman teman dekatnya tidak tahu
masalah apa yang dialami oleh Tina (anak yang bunuh diri itu) kata Rena Tina
nggak pernah terbuka dengan teman-temanya. Dia selalu menyimpan masalah
sendirian.
“Masak kak Tina itu nggak percaya sich ama temen sendiri hingga selalu
menyimpan masalah sendirian,”tukas Nana.
“Iya! Hari gini nggak fair ama sohib. Emang buat apa dia arti sohib itu
apa ya ! “seru Turi.
“ Pokoknya. Kita harus fair dengan sohib. Kalau punya masalah harus
menceritakannya biar beban berkurang. Kita harus saling terbuka,nggak ada yang
dirahasiakan.apalagi masalah cowok ! “ kata Meyla,dan semua mengatakan setuju.
Cindy inggat, dia paling bersemangat saat itu. Meraka berjanji untuk
saling terbuka dengan sahabat.
Dan sekarang, pikir Cindy, ia telah melanggar janji itu. Dia telah
menyembunyikan sesuatu dari teman-temanya. Dan yang lebih parah lagi yang
disembunyikan adalah pacarnya.
Maafkan aku teman-teman. Aku telah mengingkari janji kita, sebenarnya aku
mau menceritakan itu semua tapi aku belum sanggup mengatakanya.maafkan aku
sahabatku. Batin Cindy.
* *
*
“ Na, Tur, San, Jen, Cin, gimana kalau besok kita ke mall yuk? CMPC2, “
ajak Meyla.
“ apaan tuh CMPC2,” tanya Jeny yang agak tulalit.
“ Ampun deh, jen ? CMPC2 itu cuci mata plus cari cowok gitu, kamu ini
tulalitnya makin parah sich.”
“ Hah, besok. Gimana ini ? aku kan sudah janjian sama Ronald mau nonton
dealova. Aku nggak mungkin batalin janji dengan Ronald. Kan aku janjianya lebih
dulu denganya,” pikir Cindy.
Sorry ya, aku besok nggak bisa ikut. Soalnya aku mau ngantarin mama ke
salon,” akta Cindy berbohong.
“Wah! tumben lho,Cin, mau ngatarin nyokap ke salon. Biasanya sich ogah.”
“kan aku juga mau creambath,” tambah Cindy biar nggak di curigai
berbohong.
“ ya udah deh! nggak bisa juga nggak pa-pa
“Maafin aku ya teman teman.Aku nggak bermaksud berbohong sama kalian.
Maafkan aku….batin Cindy.
* *
*
“ Hai, Cin. Gimana kabarnya?” pertanyaan yang sama setiap kali ketemu
dengan Ronald.
“ Baik.’’
“ Yuk kita berangkat.”
“Ok!
Setelah berpamitan dengan orang tua , mereka berangkat.
“Cin, kita jalan-jalan ke mall dulu ya sambil nunggu filmnya mulai. Nggak
pa-pakan,” ajak Ronald.
“E….nggak pa-pa deh.”
Gawat, kalo sampai ketahuan teman-teman.pokoknya nanti harus hati-hati.
“Ren. Kita ketoko buku aja. Aku mau cari novel,” ajak Sindy. Dia tau
tema-temanya nggak akan masuk ketoko itu. Mereka tidak akan suka dengan toko iu
kalau tidak ada tugas.
“Eh Cin. Sini aku kenalin temen kampus aku. Son, kenalin nich; Sindy,
cewek aku. Cin. Sony temen aku , “ Ronald mengenalkan mereka berdua.
“EH tunggu tadi sepertinya aku lihat Sindy di tikungan sana tadi,” kata
Nana sanbil nunjuk arah timur.
“Nggak mungkin ! lho salah lihat kali. Barang kali kacamata lho perlu
diganti.’ Maklum Nana sering kali ganti kacamata kalo nggak ganti frem ya ganti
lensa.
“Gimana kalau kita telpon rumahnya aja”, ide cemerlang Meyla selalu datang saat yang tepat.
Meyla menelpon cidy. Kebetulan yang mengakat mamanya. Meyla menanyakan
Cindy. Mereka pun bercakap-cakap sebentar lalu telpon di putus.
“Gimana Mey ?” tanya teman-teman yang lain.
“Cindy gak ada dirumah , yang akat telpon tadi mamanya. Katenya dia lagi
pergi dengan cowok,’ kata Meyla murung.
“ Berarti dia bohongin kita”, kata Jeny.
“Gini aja kitakan udah tau kalo ternyata Cindy menyembunyikan sesuatu dari
kita-kita pura-pura aja nggak tau. Biarin aja Cindy memberitahu sendiri pada
kita. Kalo dia nggak ngasih tau baru deh kita sidang dia, Ok! ‘ Meyla
memberitahukan idenya. Semua setuju.
Dirumah Cindy hanya melamun saja. Bingung, sudah 1 bulan dia jadian dengan
Ronald, anak kuliahan semester 3 fakultas teknik yang ia kenal saat ulang tahun
sepupunya 2 bulan yang lalu.
Apa yang harus aku lakukan ? apa alasan yang akan aku berikan pada
teman-teman kenapa aku tidak memberitahu mereka sejak dulu ?
Diambilnya ponsel diatas meja. Ditelponnya Ronald”, Ron, kita bisa nggak
ketemu sekarang. Ada yang mau aku omongin. Penting, kamu dimana sekarang?”
“Lagi di kampus nich. Habis selesai kelas”.
“Kita bertemu setengah jam lagi ditempat biasa. Kamu nggak usah jemput
aku. Aku kesana naik taksi saja”.
“Ok! Aku tunggu”.
“Bye”.
“Bye”.
Cindy langsung ganti baju dan berangkat ke tempat yang telah ditentukan.
“Emangnya mau ngomongin apa sich, Cin? Kok sepertinya penting banget,
tanya Ronald.
“Ron, aku minta maaf. Sekarang aku lagi bingung. Ini soal aku, kamu dan
temen-temenku,
“emangnya ada apa ?” tanya Ronald tambah binggung.
“Aku minta maaf. Aku mau jelasin mengapa aku nggak pernah ngenalin kamu
dengan teman- teman aku sedangkan aku selalu kamu kenalin dengan teman-temanmu.
“Ya, aku sengaja nggak mau nanyain langsung kekamu. Aku nunggu kamu ngomong sendiri keaku. Kamu paati punya
alasan sendiri mengenai hal itu.”
“Ya, sebenarnya teman-teman nggak ada yang tau aku jadian sama kamu.aku
merahasiakan dari mereka. Maafkan aku Ron.”
“Jadi aku ini pacar rahasiamu dong.nggak papa kok aku nggak marah. Nggak
usah di pikirin. Lalu apa yang kamu pikirin?”
“Dulu aku dan teman-temanku, Meyla, Nana, Turi, Santi dan Jeny berjanji
bahwa dalam persahabatan kami menjunjung tinggi keterbukaan nggak ada masalah
yang di sembunyikan. Begitu juga masalah cowok. Tapi sekarang, aku sudah
mengingkari janji itu, Ron, aku merahasiakan pacaran denganmu sama mereka.
Waktu itu aku belum punya keberanian untuk mengatakannya pada mereka.aku takut
kalau mereka tahu nanti mereka akan membenci dan menjauhi aku Cindy menangis.
“Sudahlah Sin. Jangan menagis lagi. Kita akan menyelesaikan masalah itu
sama-sama,” kata Ronald menenangkan Cindy.
“Sekaang gini aja. Kamu ceritain semuanya sama mereka kamu jelasin
sebab-sebabnya setelah itu terserah tanggapan teman-temanmu. Kalo mereka masih
menganggap kamu temanya, mereka pasti mau memaafkan kamu ,”
“Apa kabar Ron?”
Ronald mengangguk.
* * *
Di sekolah, Cindy diam saja sejak pagi. Waktu istirahat teman-temanya
mendatanginya.
“ Cin, kenapa kamu hari ini diam saja?”
“ Teman-teman maafkan aku. Aku …..belum selesai bicara Cindy beruraian
air mata, “ Aku nggak bermaksud mengingkari janji kita”. Hening. Semua diam
mendengarkan penjelasan Cindy.
“ Sebenarnya aku sudah punya pacar kami sudah jadian selam 1 bulan.
Maafkan aku ya teman-teman.
“Wah itu namanya pacar rahasia,dong Eh sin, siapa dia?” sahut Turi. Semua
melotot padanya.kadang-kadang mereka jengkel juga dengan kebiasaan Turi yang
suka menyahut bicara orang.
“Namanya Ronald. Dia kuliah di UNS Fakultas teknik semester 3. Aku
mengenalnya saat ulang tahun sepupuku 2 bulan yang lalu. Sekali lagi aku minta
maaf. Aku harap kalian mau memaafkan aku dan tetap mau jadi sahabatku ,” lanjut
Cindy.
“E……sebenarnya kami sudah tau kamu menyembunyikan sesuatu dari kami, kamu
telah mambohongi kami. Dan yang kamu rahasiakan itu adalah cowok. Kami hanya
diam saja dan menunggu kamu untuk menjelaskan sendiri pada kami,” kata Meyla.
“I…..jahat lho, Cin. Punya cowok kok dirahasiakan. Nggak-nggak kalau
nanti aku rebut,”goda Jeny sambil menjubit Cindy.
“Ye……mana mau dia ama elho, GR banget sahut Nana.
“Kenalin ke kita dong Cin,,” kata santi.
“Iya, nanti aku kenalin.”
“nanti ! Dia nanti kesini !” seru
Turi, ajak kalian makan-makan, mau kan ?
“Wah ! mau-mau !” Jeny nggak mau ketinggalan kalo soal makanan.
“Jadi ….kalian mau memaafkan aku?” tanya Cindy masih binggung.
“Ya tentu dong Cin, kamu tetap sahabat kami. Setiap orang pasti pernah
melakukan kesalahan. Ya kan teman-teman?”
“ Yo ha….sahut yang lain
“ Makasih ya, kalian memang sahabatku yang terbaik “. Mereka berpelukan
* * *
Sahabat sejati akan selalu memahami apa yang dialami sahabatnya.
![]() |



